Cara Melakukan Perawatan Septic Tank yang Benar

Adanya septic tank memang sangat penting untuk suatu bangunan. Bahkan saat ini sudah ada teknologi septic tank biotech yang dapat mengolah air limbah domestic berubah menjadi air limbah yang layak buang. Lihat keunggulan lebih dari septic tank biotech di https://www.biotechno.co.id/septic-tank-bio/. Lalu bagaimana cara merawat septic tank yang benar? Simak ulasannya berikut ini.

 

1. Digunakan Sesuai Fungsinya

Sudah sesuai fungsinya, septic tank memiliki fungsi sebagai tempat pembuangan limbah kotoran yang dihasilkan manusia. Maka, janganlah membuang sampah ke septic tank, atau membuangnya melalui kloset. Kebanyakan sampah yang dibuang melalui kloset akan menghambat proses penguraian kotoran oleh bakteri.

Adanya sampah seperti rokok, pembalut, tisu, dan lain sebagainya, sangat tidak baik untuk dibuang di septic tank. Selain itu, pemakaian sabun atau deterjen juga sebaiknya tidak dibuang melalui kloset. Hal tersebut dilakukan agar yang ada di septic tank hanya limbah organik manusia yang tentunya akan diurai oleh bakteri. Jika ada sampah, maka septic tank akan cepat penuh dan penguraian akan terhambat.

septic tank

2. Tidak Mengguyur Berlebihan

Kedua, tidak mengguyur secara berlebihan. Kebanyakan orang akan mengguyur kloset secara berlebihan agar kloset tetap bersih. Namun, ternyata cara ini tidak dibenarkan. Hal tersebut karena nantinya septic tank biotech ini akan cepat penuh dengan terisi lebih banyak air.

Adanya jumlah air yang terlalu banyak pun akan mengakibatkan matinya bakteri baik yang dapat menguraikan limbah kotoran. Oleh sebab itu, lakukan pembersihan dengan menyiram kloset secukupnya saja. Lagipula, lebih baik menghemat air bersih yang ada untuk keperluan lainnya.

3. Menambahkan Bakteri

Cara melakukan perawatan septic tank yang benar selanjutnya adalah salah satunya dengan menambahkan bakteri. Bakteri yang dimaksud ialah bakteri pengurai limbah kotoran. Penambahan bakteri pengurai ini bisa dilakukan satu tahun sekali dan prosedur penggunaannya pun mudah. Cukup menyiramkannya ke dalam kloset, dan nantinya pasti akan mengalir menuju septic tank.

Adanya bio bakteri akan mempercepat proses penguraian kotoran dari biasanya. Dengan begitu, septic tank tidak akan cepat penuh dan proses penguraian pun berlangsung lebih alami. Proses penguraian yang lebih cepat tentunya akan lebih efektif dan septic tank tidak mudah penuh karena kotoran yang mudah terurai.

4. Menambahkan Desinfektan

Tidak hanya dengan menambahkan bio bakteri ke dalam septic tank biotech, dengan menambahkan desinfektan juga dapat merawat septic tank. Pemberian desinfektan bertujuan agar air yang ada di dalam septic tank tetap ramah lingkungan. Selain itu, tentu juga untuk mencegah tumbuhnya bakteri patogen penyebab penyakit.

Pemberian desinfektan dilakukan satu tahun sekali. Caranya cukup mudah yaitu cukup menyiramkannya saja ke kloset, nantinya desinfektan akan menuju septic tank. Kemudian, desinfektan tersebut akan bekerja membunuh bakteri-bakteri berbahaya yang patogen, atau bakteri penyebab penyakit.

5. Menggunakan Pembersih Toilet Secukupnya

Saat ini sudah banyak beredar merek-merek cairan pembersih untuk toilet. Fungsinya yaitu untuk membersihkan toilet menjadi lebih bersih bahkan seperti baru. Tetapi, ada hal-hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan cairan pembersih tersebut.

Penggunaan cairan pembersih toilet memang penting untuk kebersihan toilet dari kotoran dan kuman. Namun, rupanya bahan kimia yang terkandung di dalamnya kurang baik untuk septic tank yang terdapat bio bakteri di dalamnya. Oleh sebab itu, gunakan pembersih toilet secukupnya saja, tidak berlebihan dan tidak terlalu sering.

 

Itulah 5 cara melakukan perawatan septic tank yang benar. Sudahkah melakukan perawatan terhadap septic tank masing-masing? Septic tank juga perlu dirawat agar bisa awet dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.