More

Sistem Peraturan IPAL Rumah Sakit dan Jenis-jenis Limbah

By Admin Ext September 9, 2022 3 Min Read

Limbah tidak dapat dibuang sembarangan sebab dapat membahayakan lingkungan sekitar. Begitu pula dengan limbah yang dihasilkan oleh rumah sakit. Dengan berbagai jenis limbah serta volume-nya yang cukup besar, IPAL rumah sakit memiliki peraturan khusus dalam praktiknya.

IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah adalah seperangkat sistem untuk mengolah limbah cair. Dalam pengolahan limbah rumah sakit, IPAL didesain menyesuaikan dengan karakteristik berbagai jenis limbah yang dihasilkan menurut dengan sumber pengeluarannya. Ketahui peraturan sistem serta jenis-jenis limbahnya berikut.

Sistem Peraturan IPAL untuk Rumah Sakit

Sistem pengolahan limbah ini diperlukan untuk mencegah adanya pencemaran lingkungan serta timbulnya berbagai gangguan kesehatan. Baik bagi pengunjung rumah sakit, petugas, maupun masyarakat sekitar. Peraturan IPAL rumah sakit secara resmi diatur oleh KEMENKES RI.

Dalam peraturan tersebut diatur berbagai standar komponen, sistem IPAL, serta standar material untuk IPAL. Selain itu, IPAL di rumah sakit juga wajib melalui pemeriksaan berkala yang dilakukan setiap 1-3 bulan sekali.

Sementara itu, untuk pengawasan peralatan dan mesin IPAL sendiri wajib dilakukan paling sedikit enam kali dalam satu bulan. Pada dasarnya, pemeliharaan IPAL cukup sederhana sebab memiliki prinsip untuk menjaga limbah padat dan cair terpisah, agar tidak terjadi penyumbatan.

Akan tetapi dalam prakteknya, pengolahan limbah cair rumah sakit memerlukan peninjauan dan proses yang lebih lama dibandingkan dengan limbah padat. Ini tentu saja dikarenakan adanya berbagai jenis limbah menurut karakteristiknya yang berbeda.

 

Jenis Limbah berdasarkan Karakteristik

Dalam kegiatan operasionalnya, rumah sakit menyediakan berbagai jenis layanan yang tentu saja juga menghasilkan berbagai jenis limbah. Berbagai jenis limbah ini dibedakan menjadi empat jenis menurut karakteristiknya. Adapun keempat jenis limbah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Limbah Medis Kegiatan Rumah Sakit

Limbah ini merupakan jenis limbah yang umumnya berasal dari berbagai ruang perawatan maupun kegiatan medis lain secara umum. Misalnya saja seperti limbah dari berbagai ruang poli, operasi, atau UGD.

Limbah ini berbahaya sebab memiliki potensi membawa bibit penyakit dari pasien. Selain itu, limbah jenis ini juga dapat membawa patogen lain yang dapat menginfeksi pengunjung atau masyarakat sekitar.

2. Limbah Kegiatan Domestik Rumah Sakit

Rumah sakit juga menjalankan kegiatan domestik pada umumnya. Misalnya seperti limbah dari dapur, kamar mandi, dan ruang laundry. Limbah domestik tidak bersifat berbahaya dan relatif aman.

Namun, limbah ini tetap memerlukan pengelolaan yang terukur.  Oleh karena itu, jenis limbah ini langsung dialirkan ke bak equalisasi untuk kemudian diolah sesuai peraturan IPAL rumah sakit.

3. Limbah Laboratorium

Jenis limbah ini didapatkan dari wastafel di ruang laboratorium rumah sakit. Umumnya, limbah ini memiliki kandungan logam dan bahan kimia yang cukup kuat. Oleh karena itu, limbah ini memerlukan rancangan khusus berupa IPAL laboratorium sebelum di masuk ke sistem IPAL utama.

4. Limbah Uji Radiologi

Limbah uji radiologi juga termasuk dalam jenis limbah yang sangat berbahaya. Serta limbah ini didapatkan dari ruang rontgen. Untuk melakukan cetak hasil rontgen diperlukan larutan perak nitrat.

Limbah ini wajib dialirkan ke bah khusus terlebih dahulu, sebelum diserahkan pengelolaannya kepada pihak khusus. Menurut peraturan yang berlaku, setiap limbah radiologi wajib diolah dan dalam pengawasan BATAN. Pihak rumah sakit tidak diperkenankan untuk mengolah limbah khusus radiologi.

 

Demikian ulasan tentang sistem peraturan IPAL rumah sakit dan berbagai jenis limbah menurut karakteristiknya. Ketentuan lain terkait sistem IPAL dapat diakses selengkapnya di Peraturan Keputusan KEMENKES RI.

2
P