More

Kenali 5 Tanda Bahaya Bayi Muntah

By Admin Ext June 27, 2022 3 Min Read

Bayi memang kadang muntah dan sebagian besar kasus muntah pada bayi sebenarnya tidak berbahaya. Kadang muntah hanya akibat aktivitas makan mereka yang terlalu cepat sehingga diafragma mereka merespon dengan mendorong bayi muntah. Tetapi hati hati, ada beberapa tanda bahaya ketika bayi muntah yang perlu Anda waspadai.

 

Seperti Apa Tanda Bahaya Bayi Muntah

Kebanyakan muntah hanya perlu Anda tindak lanjuti dengan menegakan posisi si kecil. Ini akan membantu menghentikan dorongan muntah dan mencegah muntahan masuk ke dalam pernafasan.

Namun, kadangkala muntah pada bayi juga bisa menjadi tanda bahaya, dan berikut ini merupakan tanda bahaya bayi muntah.

Tanda Bahaya Bayi Muntah

1. Muntah berwarna tidak wajar

Muntah pada bayi yang normal seharusnya dalam warna yang wajar sebagaimana asupan makanan yang sebelumnya dikonsumsi. Kadang dalam warna cenderung pucat karena bayi pada umumnya mengkonsumsi susu dalam jumlah banyak.

Tanda bahaya baru muncul ketika bayi muntah dengan warna yang berbeda. Cenderung tampak merah atau coklat, yang bisa menjadi tanda kemungkinan adanya darah dalam muntah. Atau berwarna kehijauan atau kuning yang menandakan adanya unsur asam lambung dan enzim dalam muntah.

2. Bayi sesak nafas dan menangis pasca muntah

Apabila setelah muntah bayi tampak terengah engah atau mendadak menangis kencang, Anda juga perlu untuk waspada. Pastikan bayi Anda tidak dalam kondisi tersedak oleh muntahannya sendiri. Pastikan pula tidak terjadi cedera atau iritasi akibat dorongan muntah yang terjadi.

Awasi pula bila bayi tampak kejang atau perutnya mendadak kembung berat. Bisa jadi ada tekanan dari gas yang ada dalam pencernaan sehingga diafragma mengalami kejang. Jangan abaikan setiap kondisi seperti mendadak rewel atau terlihat pucat.

3. Bayi muntah terus menerus

Muntah sejauh tidak berlebihan sebenarnya wajar. Bahkan orang dewasa bisa mengalami gejala muntah dan tidak perlu dianggap serius. Lain halnya bila bayi terus menerus mengalami muntah.

Muntah yang sulit dihentikan pada bayi bisa menjadi tanda bahaya bayi muntah. Ini bisa jadi ada kondisi serius dalam pencernaan mereka. Selain itu, dorongan muntah yang terus menerus juga bisa memicu dehidrasi.

Dehidrasi sendiri juga bisa menjadi situasi serius pada bayi. Perhatikan bila bersamaan dengan muntah-muntah tersebut, bibir bayi menjadi kering, menangis tanpa air mata atau urin yang berwarna lebih gelap.

4. Bayi muntah berwarna kuning

Bayi yang muntah beberapa kali dalam waktu dekat juga bisa menjadi sinyal adanya kondisi tidak normal dengan organ hati. Untuk itu, segera tindak lanjuti bila bersamaan dengan muntah muntah tersebut bayi nampak kuning.

Kenali warna kuning dengan cepat dari bola mata dan kuku. Bila lebih lanjut juga bisa tampak dari warna kulit. Warna kuning dihasilkan dari kandungan bilirubin, senyawa yang dihasilkan hati dari proses metabolisme sel darah merah. Bila bilirubin gagal disalurkan menuju pembuangan, maka tubuh akan tampak kuning.

5. Bayi muntah setelah jatuh

Sesaat setelah terbentur atau jatuh kemudian bayi Anda muntah muntah, bisa menjadi tanda kemungkinan terjadinya cedera pada kepala. Apalagi bersamaan dengan itu bayi tampak limbung.

Cedera otak biasanya menyebabkan dorongan mual yang hebat, karena sesaat setelah cedera terjadi pasien akan mengalami keluhan pusing berat. Jadi pastikan kenali tanda bahaya bayi muntah satu ini, karena cedera kepala bisa berakibat sangat fatal.

 

Itulah sejumlah gejala atau tanda-tanda bahaya perlu diwaspadai ketika bayi muntah dan perlu segera Anda tindak lanjuti. Namun demikian, muntah pada bayi pada dasarnya tidak berbahaya. Cukup selalu pastikan untuk mengurangi resiko muntah pada bayi. Karena bila bayi kerap muntah juga tidak baik untuk pencernaannya dalam jangka panjang.

T
P